Pengertian Definisi Pengolahan Tanah

Blog Anak Muda |
Pengertian Definisi Pengolahan Tanah Merupakan proses di mana tanah digemburkan dan dilembekkan dengan menggunakan bajak ataupun garu yang ditarik dengan banyak sekali sumber tenaga , menyerupai tenaga insan , tenaga hewan , dan mesin pertanian (traktor). Melalui proses ini , kerak tanah teraduk , sehingga udara dan cahaya matahari menyentuh tanah lebih dalam dan meningkatkan kesuburannya. Sekalipun demikian , tanah yang sering digarap sering mengakibatkan kesuburannya berkurang.

Definisi Pengolahan tanah adalah suatu acara meperbaiki struktur tanah dengan menggunakan alat sepeti bajak , cangkul , atau garu yang ditarik dengan banyak sekali sumber tenaga , menyerupai tenaga insan , tenaga hewan , dan mesin pertanian (traktor) sehingga tanah menjadi gembur , lembek , aerasi dan drainase tanah menjadi lebih baik. 

Tujuan utama dari pengolahan tanah adalah biar tanaman yang ditanam di tanah tersebut tumbuh dengan baik dan bisa berproduksi dengan maksimal sehingga perjuangan pertanian menjadi menguntungkan

Keyword
tahapan pengolahan tanah
macam-macam pengolahan tanah
makalah pengolahan tanah
cara mengolah tanah untuk tanaman cabe
pengolahan tanah pdf
cara mengolah tanah biar subur
tujuan pengolahan lahan
teknik pengolahan tanah yang baik dan benar

Sistem pengolahan tanah terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan seberapa banyak residu tanaman yang diangkat dari lahan pertanian. Di Amerika Serikat semenjak tahun 1997 , sistem pengolahan tanah konservasi semakin banyak digunakan alasannya yaitu menghemat banyak waktu , energi , tenaga kerja , dan biaya. Selain itu , pengolahan tanah konservasi berarti semakin sedikit mesin pertanian yang bergerak di atas lahan pertanian sehingga mencegah pemadatan tanah.Namun semakin sedikit tanah yang dibalikkan , semakin sedikit pula cahaya matahari dan udara yang menyentuh tanah bab dalam , sehingga menghambat penanaman di awal demam isu semi alasannya yaitu tanah masih hambar setelah tanah membeku di demam isu dingin.

Manfaat eksistensi residu tanaman di lahan pertanian yaitu mencegah abrasi alasannya yaitu memperlambat ajaran air permukaan , dan bisa menjadi kompos alami alasannya yaitu terdekomposisi selama masa penanaman.

Pengolahan tanah tereduksi
Pengolahan tanah tereduksi meninggalkan antara 15 sampai 30% residu tanaman untuk tetap berada di lahan pertanian.

Pengolahan tanah intensif
Pengolahan tanah intensif meninggalkan kurang dari 15% residu tanaman untuk tetap berada di lahan pertanian. Pengolahan tanah intensif mendayagunakan banyak implemen (bajak singkal , bajak piring , dan/atau bajak pahat , ditambah garu dan kultivator) dan jam kerja traktor.

Pengolahan tanah konservasi
Pengolahan tanah konservasi meninggalkan setidaknya 30% residu tanaman untuk tetap berada di lahan pertanian.

Pengolahan tanah berlajur
Pengolahan tanah berlajur (strip-tillage) hanya membajak lajur yang akan ditanam. Bagian di antara lajur dibiarkan.

Pengolahan tanah rotasi
Pengolahan tanah rotasi hanya mengolah tanah secara periodik , yaitu setiap dua tahun sekali atau tiga tahun sekali.

Tanpa pengolahan tanah
Tanpa pengolahan tanah berarti sama sekali tidak menggunakan bajak. Residu tanaman yang ditanam pada periode sebeumnya dibiarkan mengering. Pada lahan yang luas , sistem ini membutuhkan mesin penanam yang tidak biasa , yang bisa menanam di sela-sela residu tanaman yang masih tegak berdiri.


Dampak pengolahan tanah
  1. Positif
  2. Meregangkan tanah sehingga tercipta ruang dan pori-pori yang memungkinkan tanah menerima aerasi udara
  3. Membantu mencapuradukkan residu tanaman , bahan organik tanah , dan nutrisi menjadi lebih merata
  4. Membunuh gulma secara mekanis
  5. Mengeringkan tanah sebelum penanaman benih. Hal ini merupakan dampak yang nyata pada wilayah beriklim basah.
  6. Ketika dilakukan di demam isu gugur , pengolahan tanah membantu meremahkan tanah sepanjang demam isu hambar melalui mekanisme pembekuan dan pelelehan yang dapat terjadi berkali-kali sepanjang demam isu dingin. Hal ini membantu persiapan penanaman untuk demam isu semi.
Negatif
  1. Mengeringkan tanah sebelum penanaman benih. Hal ini merupakan dampak yang negatif pada wilayah beriklim kering.
  2. Tanah akan kehilangan banyak nutrisi menyerupai nitrogen dan kemampuannya dalam menyimpan air
  3. Mengurangi laju perembesan air sehingga meningkatkan abrasi tanah.
  4. Pembajakan mengurangi tingkat kohesi antar partikel tanah sehingga mempercepat erosi
  5. Dengan laju perembesan air berkurang , maka ada risiko terjadi ajaran air permukaan yang membawa residu pupuk dan pestisida yang digunakan pada periode penanaman sebelumnya
  6. Mengurangi kadar organik tanah
  7. Mengurangi jumlah organisme tanah bermanfaat menyerupai mikroba , cacing tanah , semut , dan sebagainya
  8. Menghancurkan agregat tanah
  9. Risiko terjadi pemadatan tanah pada bab yang tidak terbajak
  10. Residu tanaman yang hancur dan tersisa di tanah dapat mengundang organisme dan serangga yang tidak diinginkan dan berpotensi mengganggu produksi ,juga mengundang penyakit
Sumber Wikipedia